Senin, 05 Juni 2017

GIMANA SIH CARANYA BRANDING DI PERPUSTAKAAN???

Selamat berpuasa bagi yang menjalankannya... tidak lama waktu dari postingan ke-2 ke postingan ke-3 dalam hasteg #KIMV dan #teams2kelasb2017 ini. Simak pada postingan ini dan cara-cara nya... lalu baca pada akhir tulisan ini ya kawands... akan ada teka teki silang dengan hadiah yang lumayan untuk tambahan komunikasi...

Perpustakaan mencoba branding.. pada postingan sebelum ini sudah dijelaskan mengenai branding dengan metode etnografi di perpustakaan, namun penjelasan hanya sampai pada apa itu branding dengan etnografi. Belum kepada praktik dan penjelasan di lapangan. 

Berikut mengenai branding perpustakaan dengan gaya etnografi jika Anda sebagai pustakwan sejati bisa diterapkan... Berikut langkah-langkah untuk mengerjakannya:

(1)   Pertama: Anda perlu melakukan survei dahulu. Dalam ilmu pendakian gunung, Anda perlu orientasi medan dulu ya... Ormed ini sebagai hasil survei awalan untuk menentukan siapa, apa, bagaimana, situasi seperti apa hingga pada detail-detail informasi yang ada di perpustakaan. nah berhubung dengan etnografi membahsa mengenai gerak gerik sosial orang-orang yanga da dalam perpustakaan, Anda perlu mengetahui fokus utama pada tingkah laku dan kebiasaan yang speerti apa yang sudah membudaya di perpustakaan, misalkan pada hari senin mahasiswa hanya ke perpustakaan untuk ngadem saja, maka diperjelas perpustakaan sebagai tempat hiburan dan rekreasi, lalu pada kondisi perpustakaan pas mau ujian, baik itu UTS atau UAS dan sidang-sidang skripsi atau tugas akhir maka perpustakaan perlu mengantisipasinya. Branding yang dilakukan bisa dengan pendekatan personal atau pendekatan kelompok. Era informasi digital ini, biar perpustakaan mengena di hati dan pikiran mereka (pengunjung musiman) maka perlu adanya promosi, event dan memperkenalkan profil digital perpustakaan sehingga jika mereka tidak ke perpustakaan mereka dapat ke perpustakaan digital, tercatat pada kunjungan digital dan hasilnya perpustakaan ramai, walaupun di jumlah kunjungan digital saja. Perumpamaan ini adalah hal bagus, tingkatkan dan kembangkan dengan event-event selanjutnya yang memprioritaskan branding perpustakaan ya... tidak hanya event saja melainkan tertuju pada kegiatan akhirnya untuk branding perpustakaan.

(2)   Kedua: Setelah direncanakan, disurvei dengan berbagai metode... yang penting ini dadalah eksekusinya... eksekusinya pada branding perpustakaan diingatkan dengan sumber daya manusia yang berkualitas. Kualitas ini bukan pada tingkatan pendidikan saja, namun pengalamannya dalam membranding suatu produk. Kalau fresh graduate belum punya pengalaman yang sama aja... namun orang pengalaman yang totalitas tanpa batas, bukan yang pengalaman diukur dari uang ya. Kan banyak sekarang.... eksekusi dengan SDM yang berkualiast dan berpengalaman ditambah dengan sarana dan prasarana yang ok punya. Contohnya Branding perpustakaan dengan sosial media di etnografi, eksekusinya ya dengan massif dan terstruktur apa yang diupload, konten isi dan kemasan informasinya.. sasarannya ya anak-anak muda dan orang yang menggunakan sosial media.. fokus pada tagar dan fokus pada isu kekinian yang dikorelasikan dengan perpustakaan ya... etelah eksekusi ya bisa dilihat progresnya ya...

(3)   Ketiga: adalah evaluasi dan kegiatan selanjutnya... Branding tidak hanya berbicara pada perencanaan dan eksekusi saja, namun evaluasi penting untuk melihat rencana branding selanjutnya. Apalgi branding dengan gaya etnografi, maka perlu dipersiapkan lagi pada rencana dan pematangan evaluasi ini. Evaluasi branding pertama untuk melihat sukses tidaknya program hasil branding di perpustakaan dan kedua untuk melihat sejauhmana efeknya bagi familiar perpustakaan dengan eksistensi pada dunia digital ya, utamanya sih itu.

Sekian mengenai cara ngebranding di perpustakaan ini. Semoga sukses dan dapat dilaksanakan, terlebih lagi dengan branding gaya etnografi.
Kritik dan Saran diterima, silahkan posting pada kolom komentar
hesteg #KIMV dan #teams2kelasb2017.


Pengumuman untuk pembaca setia di blog ini akan ada lomba mengenai tebak kata.. tebak teka teki Mendatar dan horisontal yang berisikan materi informasi pada postingan ke 1, 2, 3 dan sampai 6 di hasteg #KIMV dan #teams2kelasb2017. Tunggu informasinya pada postingan berikutnya ya kawands... Hadiah berguna untuk lebaran 2017 ini... langsung dikirim ketika sehari setelah pengumuman tanggal pemenang.

Salam untuk selalu branding perpustakaan dengan berbagai gaya...

Jumat, 02 Juni 2017

BRANDING PERPUSTAKAAN DENGAN METODE ETNOGRAFI

Halooo kawands semua, pembaca yang mampir di blog sini atu sekedar hanya mencari informasi seputar ilmu kearsipan dan ilmu lainnya yang saya posting ini.


Pada postingan kedua kali ini dalam hasteg #KIMV #teams2kelasb2017 ini, saya akan membahas sedikit dari branding... Branding, ngebranding dari sebuah lembaga perpustakaan. Branding yang saat ini identik pada sebuah produk atau sebuah nomenklatur instansi umpamanya ya memperkenalkan barang atau lembaga dengan metode pemasaran... metode strategi pemasaran saat ini, baik itu pemasaran online atau pemasaran offline yang saat ini dengan cara door to door atau selembaran pamflet dan brosur. Jadi pemasaran informasi dengan strategi marketer marketer saat ini masih dalam seputar memasarkan barang dan jasa nya tanpa melihat struktur dari perilaku dan kontekstual masyarakat sekitar. Memang sedikit di bahas dalam beberapa aspek pendukung pemasaran, namun itu tidak detail. Masih dalam konsep yang umum dan strategi pemasaran saat ini identik pada gimana sih barang itu terjual dan laku di pasaran, akhirnya laba yang tercapai.

Nah untuk kali ini saya mencoba membahas sedikit branding perpustakaan dengan menggunakan metode etnografi. Apa itu etnografi? Bisa gak sih di pakai untuk branding branding?
Pengertian etnografi dari sumber wikipedia indonesia... yaitu ini sebagai berikut ini:
Etnografi (Yunani ἔθνος ethnos = rakyat dan γραφία graphia = tulisan) adalah strategi penelitian ilmiah yang sering digunakan dalam ilmu sosial, terutama dalam antropologi dan beberapa cabang sosiologi[1], juga dikenal sebagai bagian dari ilmu sejarah yang mempelajari masyarakat, kelompok etnis dan formasi etnis lainnya, etnogenesis, komposisi, perpindahan tempat tinggal, karakteristik kesejahteraan sosial, juga budaya material dan spiritual mereka [2]. Etnografi sering diterapkan untuk mengumpulkan data empiris tentang masyarakat dan budaya manusia. Pengumpulan data biasanya dilakukan melalui pengamatan partisipan, wawancara, kuesioner, dll. Ilmu ini bertujuan untuk menjelaskan keadaan masyarakat yang dipelajari (misalnya untuk menjelaskan seseorang, sebuah ethnos) melalui tulisan.[3] Dalam biologi, jenis studi ini disebut "studi lapangan" atau "laporan kasus", keduanya digunakan sebagai sinonim umum untuk "etnografi".[4]

Bagaimana branding perpustakaan dengan pendekatan atau dalam kajian metode etnografi ini.
pertama yang dilakukan oleh pengelola perpustakaan selaku manajer pengelola informasi, yaitu memahami kebutuhan pengguna.. selanjutnya detail dari kebutuhan pengguna itu apa saja. Nah jika perpustakaan yang dikelola adalah perpustakaan perguruan tinggi, seperti yang saya kerjakan di perpustakaan perbanas pusat dan perbanas bekasi maka kebutuhan pengguna yang mereka butuhkan itu apa saja. Branding yang berawal dari kebutuhan pengguna. Dalam studi etnografi yang menyasar pada perilaku dari penggun asecara detail dan dekat maka harus dianalisis terlebih dahulu. Ketika konsumen pengguna sudah dapat diamati apa yang mereka perlukan, apa yang merea suka dari perpustakaan maka dapat dilakukan branding sesuai dengan yang mereka inginkan. Ingat perpustakaan sebagai tempat umum tidak hanya pada segilintir saja yang menikmati, melainkan berbagai level kelompok manusia menikmati perpustakaan sebagai tempat untuk belajar, rekreasi dan pengembangan diri seseorang. Branding di perpustakaan melalui pendekatan etnografi ini tidak hanya melihat apa yang mereka suka saja melainkan detail dari bagaimana mereka menyukai produk dari perpustakaan ini. Misalkan dalam konteks lokasi perpustakaan dengan ruangan dingin, nyaman dan bebas. Bebas ini dalam hal mau apa saja di perpustakaan seperti minum, makan dan tidur bisa dilakukan (tapi masih dalam konteks norma kesopanan yang berlaku).

Selanjutnya hubungan antara individu dengan pengelola. Membangun hubungan baik antara perpustakaan yang dapat diwakilkan oleh pengelola perpustakaan dengan individu yang datang ke perpustakaan. branding personal perpustakaan menggambarkan apa yang ada di perpustakaan namun berkaitan dengan orang yang terlibat di perpustakaan, bisa yang terlibat adalah pengunjung perpustakaan atau atasan dari perpustakaan. ketika hubungan vertikal dan horisontal terbangun di dalam perpustakaan, langkah untuk branding perpustakaan dengan gaya etnografi bsia dilakukan. Etnografi yang menyasar keadaan masyarakat yang dipelajari melalui tulisan ini cocok diterapkan pada setiap perpustakaan karena pembelajaran dari membaca dan menulis maka konsumen dapat diberikan kritik dan saran yang membangun untuk perpustakaan dengan sarana tulisan pada kuisioner di kotak saran. (bersambung....)

Nah sekali lagi, gaya branding etnografi masih awalan dalam tulisan pada bagian ni. Akan dijelaskan detail dan contoh aplikatifnya pada penjelasan postingan berikutnya. Postingan ketiga pada hesteg #KIMV dan #teams2kelasb2017.


PENGUMUMAN
Pengumuman untuk pembaca setia di blog ini akan ada lomba mengenai tebak kata.. tebak teka teki endatar dan horisontal yang berisikan materi informasi pada postingan ke 1, 2,3 dan sampai 6 di hasteg #KIMV dan #teams2kelasb2017. Tunggu informasinya pada postingan berikutnya ya kawands... Hadiah berguna untuk lebaran 2017 ini... langsung dikirim ketika sehari setelah pengumuman tanggal pemenang.


Salam untuk selalu branding perpustakaan dengan berbagai gaya....

Kritik dan Saran silahkan komentar di kolom postingan ini...
Terima Kasih

Sabtu, 27 Mei 2017

PERPUSTAKAAN SEBAGAI TEMPAT REKREASI (TALKSHOW)

PERPUSTAKAAN SEBAGAI TEMPAT REKREASI (TALKSHOW)
Selamat datang kembali di dalam blog http://arsipilmu04936.blogspot.co.id/
Blog ini mulai mengudara kembali sejak 2 tahun lalu yang sejak tahun 2015 tidak di upload konten. Khusus untuk postingan ini dan sekitar 6 postingan berikutnya maka akan berisikan mengenai seputar perpustakaan. hasteg dalam postingan ini adalah #KIMV dan #teams2kelasb2017. Berikut isi konten pertama....

A.      Pengantar
Pada dasarnya perpustakaan saat ini adalah tempat belajar namun kenyataan di lapangan berbeda. Merebaknya internet menjadikan mahasiswa dan civitas akademika menjadi sangat mudah untuk berselancar di internet. Nah perpustakaan saat ini menjadi tempat belajar dalam hal searching-searching informasi di leptop, notebook atau gadegt mereka.
Jika di lihat era digital maka perpustakaan saat ini memang harus memfasilitasi pengunujung, pengguna perpustakaan dalam dunia teknologi. Fasilitas ini yaitu meja belajar lengkap dengan colokan-colokan untuk perangkat elektronik mereka. Pendingin ruangan dengan suhu dingin (karena di jakarta) sudah ada ditambah lebih dingin karena mengakomodasi jumlah pengunjungnya.
Perpustakaan sebagai tempat hiburan yaitu perpustakaan sebagai tempat rekreasi. Perpustakaan yang zaman dahulu dengan orang-orang dahulu berpendangan perpustakaan itu sebagai tempat belajar saja namun saat ini wajib diubah paradigma mereka. Perpstakaan yang seperti cafe, perpustakaan yang seperti auditorium, perpustakaan yang menyenangkan. Ini menjadi kewajiban dan kesadaran pengelola perpustakaan dalam kehidupan sehari-hari.
Perubahan paradigma dari kiri ke kanan yaitu dari zaman dahulu ke zaman era baru menjadikan perpustakaan harus bersaing. Ketika modernitas menjadikan perpustakaan menjadi tempat meyenangkan dan di saat itu juga pengunjung banyak datang. Benar atau tidak nya ini bis di lihat dalam acara yang diselenggarakan oleh perpustakaan perbanas institut dalam acara talks how gen fm....  


B.     Lokasi Perpustakaan
Perpustakaan pusat perbanas berada di kampus perbanas pusat jakarta. Kampus yang berada di daerah kuningan setiabudi jakarta selatan. Kampus ini sudah lama berdiri. Kampus ini adalah kampus institut di jakarta dengan lokasi di tengah-tengah kota pada jalur kingan jakarta selatan. Perpustakaan perbanas mempunyai cabang perpustakaan di bekasi. Akan di bahas pada postingan selanjutnya ya guys.... pembahsan mengenai detail dan apa saja yang ada di perpustakaan pusat perbanas ini juga akan di bahas pada postingan selanjutnya juga ....
C.      Acara Talk Show sebagai Upaya Perpustakaan Tempat Rekreasi
Pembahasan ini bukan pada isi dari acara talkshow gen fm di perpustakaan tetapi paradigma perpustakaan yang sudah berubah dan itu beriringan dengan SDM yang mengelola perpustakaan dan sistem yang ada di perpustakaan. regenrasi perpustakaan dimungkinkan untuk perubahan paradigma ini. Pembahasan ini menggambarkan megenai perpustakaan sebagai tempat rekreasi. Dalam hal ini adalah sebagai tempat talkshow gen fm dengan mahasiswa perbanas.
Pada perpustakaan perbanas pusat jakarta, tanggal 24 mei 2017 hari rabu. Acara jam 12 siang hingga jam 14.00... acara yang dipandu oleh presenter gen fm dalam acara off line ini berlangsung semarak dan ramai. Jika dilihat dari jumlah pengunjung pada hari itu, perpustakaan naik signifikan. Jadi jika ada acara lebih lanjut yang terkait talkshw dengan tema menarik dan dorrprize menarik maka dapat diasumsikan perpustakaan perlu melakukan kegiatan semacam talk show lagi.
Perpustakana sebagai tempat rekreasi saat ini bisa saja untuk tempat nongkrong, tempat kumpul, tempat diskusi dan tempat untuk acara-acara. Nah untuk di perbanas dalam acara talkshow gen fm ini. Perpustakaan sebagai tempat rekreasi yang menarik minat pengnjung. Publikasi acara, SDM yang terlibat, UKM juga diperlukan untuk menajdi panitia lokal penghubung. Perpustakaan sebagai penyedia tempat. Untuk saat ini dan seterusnya perpustakaan wajib menyediakan ruangan dengan level-level seperti perpustakaan dengan ruangan kedap suara (hening), ruangan untuk belajar, dan ruangan untuk acara-acara seperti seminar, diskusi dan lainnya. Sejatinya perpustakaan jika menjadi tempat yang ramah pengguna dan bisa untuk rekreasi dapat dilihat penggunanya ramai dan dapat dijadikan indikator untuk meramaikan perpustakaan. perpustakaan juga jadi tidak seperti tempat hantu, tempat yang sepi tempat yang kayak krik krik saja sehingga perpustakaan perlu untuk acara talk show-acara seminar dan acara ramai lainnya.

D.      Kesimpulan dan Saran
Kesimpulannya untuk perpustakaan sendiri perlu tempat yang familiar dijadikan acara talk show. Perpustakaan juga dapat dijadikan tempat publikasi yang dapat dilihat oleh warga kampus. Perpustakaan perlu mengadakan acara selanjutnya untuk meramaikan perpustakaan..
Saran untuk kawand-kawand pembaca blog ini dapat diletakkan di kolom komentar pada akhir pistingan ini ya,,,,,
Saran dari penulis adalah siapkan anggaran untuk acara-acara ini, namun kalau bisa gratis dan free dengan sponsor maka dapat dilakukan sinergitas perpustakaan dengan unit lainnya baik internal dan eksternal.