Kamis, 13 Oktober 2011

Apa c peran informasi sebagai dasar pengambilan keputusan dalam suatu Manajemen Organisasi!

sebelumnya apa yang dimaksud dengan Informasi? Apa perannya dalam organisasi dan bagaimana fungsinya untuk pengambilan keputusan dalam manajemen organisasi? Dan apa itu manajemen organisasi juga organisasi itu sendiri?
Jawaban dari penulis seperti ini.
Uraiannya.., berikut detailnya.

Pengertian informasi sendiri menurut Gordon B. Davis adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata atau yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang akan datang.
Menurut Richard L. Daft adalah data yang telah diubah ke dalam konteks yang bermakna dan bermanfaat bagi pihak penerima.
Informasi adalah data yang dicatat, disusun, digolongkan, dan dihubungkan menjadi suatu rangkaian tertentu untuk menjadi suatu pengertian yang pas.
Blumental Sherman mengatakan fakta maupun data belum menjadi informasi sebelum mengalami proses dan kemudian dikomunikasikan.
Lalu keseluruhannya, informasi adalah data yang telah diolah sedemikian rupa yang akhirnya dapat disebut informasi dengan kualitas-kulaitas tertentu dan dapat dipertanggungjawabkan dengan jelas kemudian dapat dimanfaatkan dengan sebagaimana fungsinya. Informasi juga mempunyai peran yang andil, namun sebelum membahas tersebut, lebih baik membahas mengenai kualitas informasi.
Bagaimana dengan kualitas dan media informasi yang dapat dipergunakan oleh pimpinan untuk pengambilan keputusan?
Media informasi sangat banyak tempat untuk menaunginya, diantaranya: televisi, koran, majalah, laporan perusahaan, internet, dsb. Media-media ini sangat berfungsi untuk keberlanjutan informasi yang fakta dan jelas juga sebagai keberlanjutan informasi itu sendiri.
Kualitas informasi? Kualitas informasi adalah pengukuran tingkatan kebenaran dan tanggungjawab pembuat informasi mengenai informasi itu sendiri. Faktor-faktor yang menentukan kualitas informasi, yaitu:
1. Keakuratan dan teruji kebenarannya
Artinya informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan, tidak bias, dan tidak mnyesatkan. Kesalahan-kesalahan itu dapat berupa kesalahan penghitungan atau gangguan dari dalam dan luar informasi itu sendiri.
2. Kesempurnaan informasi
Informasi yang sempurna dapat dikatakan baik, faktor yang mempengaruhinya tidak lain adalah pengurangan, penambahan, atau pengubahan di dalam informasi.
3. Tepat waktu
Tepat waktu informasi disajikan sangat berguna untuk pengambilan keputusan yang tepat dan bijak, lalu jika informasi itu tidak tepat waktu maka berakibat kepada kekeliruan dalam pengambilan keputusan.
4. Relevansi Informasi tepat guna diberikan ke orang yang tepat dapat sangat bermanfaat, namun jika diberikan ke orang yang tidak tepat maka informasi itu tidak sangat dibutuhkan, artinya harus relevan.
5. Mudah dan murah
Kemudahan adalah salah satu faktor dalam menentukan kualitas informasi, namun harus juga berdasarkan faktor-faktor yang lain agar informasi itu lebih dapat dipertanggungjawabkan. Mudah dan murah yang dimaksud adalah ketersediaan informasi yang didapatkan dari media adalah murah dan muarh, seperti dari internet. Namun jika informasi yang diperoleh itu mahal dan susah maka pengguna memilih informasi yang mudah dan murah.
Peranan informasi menjadi penting karena berdasarkan informasi itu para pengelola dapat mengetahui keadaan obyektif perusahaan. Sebagai contoh dapat berupa data nama, gaji, kehadiran karyawan. Dari ketiga data tersebut dapat menjadi informasi yang tidak lain untuk menentukan biaya yang diperlukan untuk menggaji para karyawan juga mengetahui kehadiran dan pengaruhnya terhadap perusahaan.
Fungsi informasi untuk pengambilan keputusan dalam manajemen organisasi adalah untuk bahan dan dasar juga pertimbangan pengambilan keputusan.
Pembuatan keputusan dapat dilalui dengan berbagai tahap, yaitu:
1. Pemaparan masalah
Tahap ini, pengambil keputusan akan mendengarkan dan memperhatikan dengan seksama pemaparan yang dihadapi oleh perusahaan, kemudian pengolah informasi akan mendiagnosa, memilah, dan membatasi masalah yang berkembang dalam perusahaan. Pemaparan merupakan kunci utama untuk mengetahui keberadaan masalah atau sesuatu yang akan diputuskan.
2. Pengumpulan data dan informasi
Di tahap ini informasi yang dimaksud dengan pertanyaan no. 1 dapat dijadikan salah satu jawaban mengenai peran yang penting dari informasi terhadap pengambilan keputusan, seorang pengambil keputusan membutuhkan data dan informasi selengkap mungkin yang berguna untuk keputusan yang pasti dan akurat dengan alasan semakin lengkap informasi maka keputusan pun akan bertambah akurat.
3. Pengamatan terhadap lingkungan
Tahap ini dilakukan oleh pengambil keputusan untuk memastikan bahwa keputusan yang kelak diambil sesuai dengan lingkungannya atau juga bisa disebut survei pasar dalam bisnis penjualan. Keadaan dan kondisi lapangan dapat berpengaruh kepada pertimbangan pengambil keputusan.
4. Perancangan keputusan
Pada tahap ini, pengambil keputusan mencari dan menemukan alternatif-alternatif keputusan, mengembangkan dan menganalisa dampak masing-masing alternatif tersebut. Tahap ini juga bisa disebut untuk mengalternatif keputusan berupa plan A dan plan B atau plan C.
5. Penentuan keputusan
Tahap ini merupakan final dari keseluruhan tahap dalam pengambilan keputusan. Penyeleksian alternatif-alternatif keputusan merupakan tugas yang utama di tahap ini. Dari sekian alternatif-alternatif keputusan maka pengambil keputusan wajib mengambil salah satu keputusan yang nantinya dijalankan keputusan atau tanggungjawab, juga setelah tahap ini biasanya dilakukan evaluasi yang berguna untuk memastikan keputusan tersebut memang dapat diterima oleh penggunanya atau tidak.

Enam langkah dalam pengambilan keputusan tingkat manajerial menurut Richard L. Daft.
1. Pengenalan persyaratan keputusan
2. Diagnosis dan analisis penyebab
3. Pengembangan alternatif
4. Pemilihan alternatif yang diinginkan
5. Implementasi alternatif yang dipilih
6. Evaluasi dan umpan balik
Akhirnya Proses pengambilan keputusan
Kedua langkah diatas menggambarkan setiap tahap dengan informasi yang diperoleh memberikan masukan yang sangat berguna. Informasi-informasi yang diperlukan mempunyai bagian-bagian tersendiri untuk saling melengkapi dan memberi arti dengan keluaran akhir kepada proses pengambilan keputusan.

* Uraian selanjutnya mengenai manajemen organisasi dan organisasi itu sendiri.
- Manajemen organisasi adalah beberapa orang yang ikut dalam organisasi dan menempati bagian dan tanggungjawab masing-masing sesuai kemampuan bidangnya. Bagan manajemen organisasi dapat berbentuk vertikal dan divisional, matriks, tim, dan jaringan. Keseluruhan bagan berpusat satu kepada pimpinan dan informasi yang di dapat dari bawahan dan dikumpulkan untuk pengambilan keputusan pimpinan.
- Organisasi adalah entitas sosial yang diarahkan dengan tujuan yang terstruktur secara seksama. Entitas sosial adalah kumpulan beberapa orang yang memiliki tujuan yang sama dan mempunyai wadah untuk menaung diatasnya.
Kesimpulan:
Peran informasi sangatlah kompleks dalam setiap kinerja organisasi karena informasi itu sebagai dasar untuk memulai bekerja atau berkegiatan, proses kelangsungan pekerjaan atau kegiatan dengan informasi yang telah didapatkan seseorang dalam perencanaan, pengambilan keputusan dalam bekerja atau berkegiatan dan akhirnya untuk mengevaluasi pekerjaan atau kegiatan oleh keseluruhan tim. Jadi peran informasi ini ibarat sebagai urat nadi suatu organisasi untuk melakukan pengambilan keputusan yang sesuai dan tepat akurat.
Contoh peran informasi sebagai dasar pengambilan keputusan dalam suatu manajemen organisasi di dalam kegiatan pendakian.
Siapa saja yang masuk dalam manajemen organisasi ini? Tidak lain adalah beberapa orang pendaki dengan menjadi tanggungjawab di koordinator tim, koordinator lapangan, sie sekretaris, sie bendehara, sie konsumsi, sie logistik, sie survei perijinan, dan sie transportasi. Dalam manajemen ini seluruh anggota pendaki memiliki tanggungjawab masing-masing agar tercipta tujuan organisasi dengan sukses dan sesuai dengan yang diinginkan.
Peran informasi yang didapat oleh setiap panitia menjadikan dasar untuk memulai tanggungjawabnya, seperti sie survei dan perijinan mencari informasi mengenai hal ijin mendaki dari internet dan jika perlu mencari informasi mengenai hal tersebut langsung ke tempat pembuat informasi (biasanya basecamp pendaki, taman nasional gunung . . . ) kemudian sie ini membuat perencanaan untuk mendapatkan informasi tersebut, jika informasi tersebut sudah tepat maka perlu diadakan tindak lanjut, seperti memberi surat ijin mendaki dan pemberitahuan kegiatan yang di buat oleh sekretaris diberikan kepada pembuat informasi (polsek setempat atau pengelola daerah tersebut). Kegiatan sie ini juga termasuk asumsi jarak tempuh waktu dari sekeretariat hingga basa camp pendaki. Kemudian keputusan diambil alih oleh koordinator lapangan yang menjadi titik utama keberlangsungan kegiatan ini untuk membuat time line kegiatan dan kepastian berangkat dan tempat. Untuk melakukan kegiatan ini juga perlu diperhatikan jalur pendakian dan transportasi yang akan dilalui. Selama proses berlangsung kegiatan ini terbagi menjadi tiga tahap, yaitu pralapangan, lapangan, dan pascalapangan. Ketiga tahap tersebut mempunyai kegiatan tersendiri dan peran informasi sangat dibutuhkan di pralapangan yang jika perencanaan itu baik atau buruk maka akan berakibat di lapangan dan pascalapangan. Pasca lapangan ini biasanya berupa evaluasi dan penyampaian proses kegiatan ke khalayak luas agar dapat dijadikan informasi yang tepat dan akurat. Maka oleh karena itu, informasi dalam kegiatan diatas sangat penting sekali untuk membuat perencanaan yang matang agar kegiatan pendakian ini berjalan sesuai rencana.

Terima kasih telah membaca,.
ditunggu komentarnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komentari ya.....