Selasa, 13 November 2018

Tugas Perilaku Informasi --- Model Wilson, Perilaku Penemuan Informasi


A.    Kebutuhan Informasi
Informasi merupakan suatu hal yang boleh dikatakan sangat penting dan pokok bagi manusia. Informasi tersebut sangatlah berguna untuk menunjang di dalam kehidupan manusia, baik itu untuk membantu dalam setiap pekerjaan sehari-hari.  Apalagi mengingat bahwa diera sekarang ini dimana masyarakatnya telah menjadi suatu masyarakat informasi (Information Society)informasi tersebut merupakan hal pokok dan mutlak dibutuhkan. Informasi-informasi tersebut tentunya sangatlah luas dan tak terbatas di era sekarang ini, maka tentunya setiap individu dapat bebas didalam mengaksesnya dan tergantung dari kebutuhannya.

B.     Information Seeking Behavior  
²Luasnya literatur tentang kebutuhan informasi dan perilaku pencarian informasi dalam bidang ilmu informasi telah dicatat pada sejumlah kesempatan guna memperluas ke beberapa ribu laporan dan makalah jurnal.  Wilson (1981) mengemukakan bahwa information seeking behavior merupakan bagaimana memahami orang mencari dan memanfaatkan informasi, saluran yang mereka pakai untuk mendapatkan akses ke informasi, dan faktor-faktor yang menghambat atau mendorong penggunaan informasi.

Gambar 1. Model Wilson, Perilaku Penemuan Informasi.[1]
Wilson 1981 menggambarkan tentang faktor- faktor yang mempengaruhi manusia dalam proses penemuan informasi, di mana digambarkan dalam konteks kebutuhan informasi yang dipengaruhi oleh:
1.      Penghambat
a.       Personal
Yang dimaksud faktor personal disini yaitu merupakan faktor yang berasal dari dalam individu itu sendiri, disini sangatlah berkaitan dengan apa yang disebut motif. Burnkrant 1976 dalam (Wilson 1997) mengemukakan konsep motif mungkin untuk pemakaian umum dalam studi perilaku pencarian informasi karena, jika kita berasumsi bahwa, untuk alasan apa pun, seseorang mengalami kebutuhan informasi, harus ada motif  dan perilaku. Motif tersebut tentunya dapat juga menjadi sebuah penghambat itu tergantung dari seberapa besar keinginan dan motif dari individu tersebut untuk melakukan penemuan kembali informasi. Contoh: mahasiswa yang ogah/pasif dalam mencari informasi yang dibutuhkan.
b.      Role- related (Pihak Terkait)
Disini merupakan penghambat dari semua yang ikut dalam penemuan informasi. Contoh: mahasiswa fisip mencari informasi tentang beasiswa kampus,namun tidak dapat informasi karena pengelola fisip tidak memberi informasi tersebut.
c.       Environmental  (Lingkungan)
Lingkungan merupakan faktor yang juga berpengaruh di dalam pola perilaku penemuan kembali informasi. Lingkungan juga dapat menjadi suatu penghambat didalam pola penemuan kembali informasi. Hal tersebut dikarenakan seperti apakah dulu lingkungan kita mendukung ataukah tidak. Jika masyarakat disekitar kita baik intern maupun ekstern mendukung maka tentunya kita dapat dengan mudah dalam hal penemuan kembali namun begitu juga sebaliknya. Contoh:Perpustakaan yang tidak up date dengan kebutuhan usernya.
2.      Konteks Kebutuhan Informasi (Context Of Information Needs)
a.       Environment
Sama hal nya dengan pada faktor penghambat seperti yang telah di kemukakan di atas tadi, faktor lingkungan juga menjadi salah satu hal yang mendasari dari dibutuhkannya suatu informasi. Lingkungan disini cakupannya sangatlah luas, baik meliputi lingkungan internal individu maupun lingkugan eksternal individu. Lingkungan internal merupakan lingkungan didalam individu tersebut seperti keluarga, sedangkan lingkungan eksternal dapat berupa pergaulan individu diluar. Hal tersebut tentunya sangatlah berpengaruh terhadap bagaimana pola penemuan kembali informasinya. Tergantung sedang dalam konteks lingkungan mana kita berada.Contoh:Masyarakat dikalangan petani tentunya berbeda kebutuhan informasinya dengan masyarakat dikalangan pedagang maupun industri.
b.      Peran Sosial (Social Role)
Disini peran sosial juga berpengaruh bagi kebutuhan akan informasi,dengan keadaan sosial yang stagnan maka kebutuhan akan informasi juga akan tersendat. Peran yang disandang adalah Mahasiswa, ketika menjadi mahasiswa maka memiliki relasi-relasi dan relasi sosial mana?bagaimana?apa yang dilakukan.Bisa dengan dosen, alumni atau kakak tingkat.Contoh:Ketika mahasiswa membutuhkan informasi tentang lapangan pekerjaan, maka ia mencari informasi ke dosen,alumni atau kakak tingkat.
c.       Person
 Berhubungan Psycological bersumber dengan orangnya ketika mencari kebutuhan informasi yang dicari. Pada faktor personal disini dibagi menjadi 3 faktor yaitu:
1)      Afektif
 Afektif disini pada intinya adalah kemampuan dan bakat dari dalam individu. McQuail 1972 dalam (Wilson 1997) menunjukkan empat kategori utama gratifikasi, yang jatuh terutama menjadi apa yang kita sebut kebutuhan afektif, tetapi yang jelas, informasi mungkin memiliki peran dalam menarik perhatian pada hal-hal yang akan menghasilkan kepuasan :
a)    Diversion
b)    Hubungan Pribadi (Personal relationships)
c)    Identitas Pribadi (Personal identity)
 Sebagai contoh disini yaitu seperti pola penemuan kembali informasi dikalangan insinyur tentunya berbeda dengan pola orang biasa. Sebagaimana yang diungkapkan Hertzum dan Mark (1999) dalam jurnal The information-seeking practices of engineers: searching for documents as well as for people mereka cenderung melakukan penemuan kembali informasi melalui rekan-rekan dan laporan internal baik dari laporan penelitian maupun jurnal ilmiah. Nah, jika pada faktanya seorang individu misalkan kurang berkompeten tentunya dalam hal wawasan akan kemampuan information literate nya, maka secara otomatis akan menjadi penghambat didalam melakukan suatu penemuan kembali informasinya. Contoh: masyarakat yang latar belakang pendidikannya rendah mereka cenderung akan mudah percaya pada apa yang mereka dengar tanpa melihat fakta dan sumber kebenarannya informasi tersebut seperti mitos dan lain sebagainya.
2)    Kognitif
 ³Aspek Kognitif disini berhubungan dengan pikiran yaitu pemahaman, pengetahuan dan penularan dari sumber-sumber Informasi.
Contoh: Mahasiswa IIP yang terjun sebagai Pustakawan mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya semasa diperkuliahan kepada masyarakat.
3)    Physiological/Fisiologis
Yaitu Keterbatasan dalam pencarian informasi.
Contoh: Koleksi Perpustakaan yang kurang memadai dalam memenuhi semua kebutuhan civitas akademika Unair.karena keterbatasan sumber informasi tersebut maka mahasiswa mencari tambahan informasi ke sumber informasi lain.




_________________________________
³Sternberg, Robert J. Psikologi Kognitif. Cet.4. Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2006
³Solso, Robert L., Maclin, Otto H., Kimberly Maclin, M. Psikologi Kognitif.     Cet. 8. Jakata : Erlangga, 2008

DAFTAR PUSTAKA

Case, Donald O. __. Looking For Information: A Survey Of Research on Information Seeking, Needs, and Behavior. 
Morten Hertzum, Morten & Mark Pejtersen, Annelise. 1999. The  Information-Seeking Practices Of  Engineers: Searching For  Documents As  Well As  For  People.Journal Information Processing & Management. 36 (2000): 761-778
Wilson, T.D. 1997. Information   Behaviour:  An Interdisciplinary Perspective. Journal Information Processing & Management. 33(4): 551-572.
Sternberg, Robert J. Psikologi Kognitif. Cet.4. Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2006
Solso, Robert L., Maclin, Otto H., Kimberly Maclin, M. Psikologi Kognitif.     Cet. 8. Jakata : Erlangga, 2008




[1] T.D. Wilson, “Models in Information Behaviour Research”, dalam Journal of Documentation, vol. 55 (3) (London: Aslib, 1999), hlm. 252.
²Case, Donald O. __. Looking For Information: A Survey Of Research on Information Seeking, Needs, and Behavior. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentari ya.....